Sunday, 23 May 2021

Yuk Simak Daftar Kode Nomor Telfon di Dunia

Terkadang, saya pernah menerima beberapa kali nomor telfon dengan kode depan yang tidak bisa, umumnya semua kontak yang ada di alat komunikasi kita adalah +62, tapi pernah saya menerima kontak dari beberapa teman yang kode negaranya bukan +62, sehingga perlu kita pastikan dari negara manakah kontak ini, apakah memang benar atau bukan penipuan, dan pasti kita penasaran dari mana kontak negara lain tau nomor kita. Selain itu bagaimana kita bisa menghubungi kerabat kita atau teman yang baru kita kenal di media sosial dari negara lain, caranya juga mudah, kita tambahkan saja kode telepon dari negara yang akan dituju di depan nomor tujuan dan jangan sampai salah, sangat mudah dan bisa terhubung ke seluruh dunia. 

Nah beriktut ini list lengkap terkait kode nomor telfon di dunia (Silahkan gunakan tombol search untuk bisa mencari nama negara atau kode nomor telfonnya), selamat menelusur 😊

No Nama Negara dan Kode Nomor Telfon
1 Afganistan +93
2 Afrika Selatan+27
3 Amerika Serikat +1
4 Angola +244
5 Afrika Selatan+27
6 Afrika Tengah +236
7 Algeria (Aljazair) +213
8 Albania +355
9 Antillen Belanda +599
10 Arab Saudi +966
11 Armenia +374
12 Andorra +376
13 Australia +61
14 Antillen Belanda +599
15 Arab Saudi +966
16 Antigua +1-268
17 Argentina +54
18 Armenia +374
19 Anguila +1-264
20 Azerbaijan +994
21 Austria +43
22 Australia +61
23 Aruba +297
24 Azerbaijan +994
25 Bahama +1-242
26 Barbados +1-246
27 Bahrain +973
28 Barbuda +1-268
29 Bangladesh +880
30 Belanda +31
31 Belgia +32
32 Belarus +375
33 Benin +229
34 Belize +501
35 Bhutan +975
36 Bermuda +1-441
37 Bolivia +591
38 Bosnia dan Herzegovina +387
39 Burundi +257
40 Botswana +267
41 Brunei Darussalam +673
42 Brasil +55
43 Brunei Darussalam +673
44 Burkina Faso +226
45 Bulgaria +359
46 Burundi +257
47 Cina Makau +853
48 Cina +86
49 Chili +56
50 Chad +235
51 Ceko +420
52 Cape Verde +238
53 Domikia +1-767
54 Djibouti +253
55 Denmark +45
56 Ethiopia +251
57 Estonia +372
58 Eritrea +291
59 El Salvador +503
60 Ekuador +593
61 Finlandia +358
62 Filipina +63
63 Fiji +679
64 Guyana +592
65 Guinea Ekuator +240
66 Guinea Bissau +245
67 Guinea +224
68 Guatemala +502
69 Guam +1-671
70 Grenada +1-473
71 Greenland +299
72 Gibraltar +350
73 Ghana +233
74 Georgia +995
75 Gambia +220
76 Gabon +241
77 Haiti +509
78 Hongkong +852
79 Hongaria +36
80 Honduras +504
81 Jersey +44-1534
82 Jerman +49
83 Jepang +81
84 Jamaika +1-876
85 Italia +39
86 Israel +972
87 Islandia +354
88 Irlandia +353
89 Iran +98
90 Irak +964
91 Inggris (Britania Raya) +44
92 Indonesia +62
93 India +91
94 Kuwait +965
95 Kurakao +599
96 Kuba +53
97 Kroasia +385
98 Kosta Rika +506
99 Korea Utara +850
100 Korea Selatan +82
101 Komoros +682
102 Kolombia +57
103 Kiribati +686
104 Kirgizstan +996
105 Kepulauan Turks dan Caicos +1-649
106 Kepulauan Marshall +692
107 Kenya +254
108 Kazakhstan +7
109 Kanada +1
110 Kamerun +237
111 Kamboja +855
112 Luksemburg +352
113 Lituania +370
114 Liechtenstein +423
115 Libya +218
116 Liberia +231
117 Lesotho +266
118 Lebanon +961
119 Latvia +371
120 Laos +856
121 Myanmar +95
122 Mozambik +258
123 Montenegro +382
124 Mongolia +976
125 Monako +377
126 Moldova +373
127 Mikronesia +691
128 Mesir +20
129 Meksiko +52
130 Mayotte +262
131 Mauritius +230
132 Mauritania +222
133 Maroko +212
134 Malta +356
135 Mali +223
136 Malaysia +60
137 Malawi +265
138 Maladewa +960
139 Makedonia +389
140 Madagaskar +261
141 Norwegia +47
142 Niue +683
143 Nikaragua +505
144 Nigeria +234
145 Niger +227
146 Nepal +977
147 Nauru +674
148 Namibia +264
149 Oman +968
150 Puerto Riko +1-787, 1-939
150 Pulau Virgin +1-340
151 Pulau Solomon +677
152 Pulau Reuni +262
153 Pulau Mariana Utara +1-670
154 Pulau Man +44-1624
155 Pulau Faroe +298
156 Pulau Falkland +500
157 Pulau Cook +682
158 Pulau Cocos +61
159 Portugal +351
160 Polandia +48
161 Pitcairn +64
162 Peru +51
163 Perancis Polinesia +689
164 Perancis +33
165 Paraguay +595
166 Papua Nugini +675
167 Pantai Gading +225
168 Panama +507
169 Palestina +970
170 Palau +680
171 Pakistan +92
172 Qatar + Republik Ceko +420
173 Republik Demokrasi Kongo +243
174 Republik Dominika +1-809, +1-829, +1-849
175 Rumania +40
176 Rusia +7
177 Rwanda +250
178 Qatar +974
179 Swiss +41
180 Swedia +46
181 Swaziland +268
182 Svalbard dan Jan Mayen +47
183 Suriname +597
184 Suriah +963
185 Sudan +249
186 Sudan +211
187 Sri Lanka +94
188 Spanyol +34
189 Somalia +252
190 Slowakia +421
191 Slovenia +386
192 Siprus +357
193 Singapura +65
194 Sierra Leone +232
195 Seychelles +248
196 Serbia +381
197 Senegal +221
198 Selandia Baru +64
199 Sao Tome dan Principe +239
200 Santo Vincent dan Grenadines +1-784
201 Santo Lucia +1-758
202 Santo Kitts dan Nevis +1-869
203 Santo Helena +290
204 Santo Barthelemy +590
205 San Marino +378
206 Samoa +685
207 Sahara Barat +212
208 Tuvalu +688
209 Turkmenistan +993
210 Turki +90
211 Tunisia +216
212 Trinidad dan Tobago +1-868
213 Tonga +676
214 Tokelau +690
215 Togo +228
216 Timor Leste +670
217 Thailand +66
218 Tanzania +255
219 Tanjung Verde +238
220 Tajikistan +992
221 Taiwan +886
222 Uzbekistan +998
223 Uruguay +598
224 Uni Emirat Arab +971
225 Ukraina +380
226 Uganda +256
227 Vietnam +84
228 Venezuela +58
229 Vatican +379
230 Vanuatu +678
231 Walls dan Futuna +681
232 Yunani +30
233 Yordania +962
234 Yaman +967
235 Zimbabwe +263
236 Zambia +260




Sunday, 21 March 2021

Tugas Remediasi dan Tugas Khusus di Universitas Terbuka

Tugas Remediasi dan Tugas Khusus atau TR/TK merupakan intervensi akhir akademik, bagi mahasiswa yang mengalami permasalahan dalam menempuh studi di UT. TR/TK adalah tugas yang diberikan untuk membantu mahasiswa meningkatkan dan menuntaskan hasil belajarnya. Tujuan dilaksanakannya TR/TK adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang belum dapat lulus dari satu atau beberapa matakuliah, untuk mendapatkan tugas yang bersifat individual dalam rangka menyelesaikan mata kuliah sulit yang belum diselesaikannya.

Mahasiswa yang bisa mendapatkan TR/TK hanya mereka yang mendapatkan nilai D atau E minimal 3 pada masa ujian yang berbeda, sebagai catatan nilai tersebut diraih melalui pelaksanaan UAS tertulis bukan melalui SUO Ujul. Tugas Remediasi diberikan oleh mahasiswa yang mendapatkan nilai D pada 3 masa ujian yang berbeda, dan Tugas Khusus diberikan untuk mahasiswa yang mendapatkan nilai E pada 3 masa ujian yang berbeda.  

Gambar Tampilan Halaman Tugas Remediasi / Tugas Khusus


Bagi mahasiswa yang termasuk dalam daftar peserta Tugas Remediasi/Tugas Khusus dapat login di aplikasi https://remediasi.ut.ac.id/ dengan username nim dan password tanggal/bulan/tahun lahir mahasiswa (contoh : 01/02/1995). Ketika Garis Miring /. Pastikan mahasiswa tersebut sudah terdaftar pada list peserta TR/TK, kemudian mencetak billing registrasi mata kuliah TR/TK serta sudah membayarkannya.


Dalam mengerjakan TR/TK, mahasiswa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Mempelajari modul atau bahan ajar mata kuliah secara mandiri dan bahan pengayaan yang terdapat dalam website UT. 
2. Memperoleh dan mengerjakan dengan baik soal remediasi yang diunduh pada laman https://remediasi.ut.ac.id/.

Gambar Tampilan Halaman Unduh Naskah

3.Menghindari pelanggaran etika akademik dengan meng-copy atau menyalin jawaban mahasiswa lain karena berpotensi akan terkena hukuman nilai.
4. Melapor dan menghubungi segera ke UPBJJ-UT apabila ada soal yang tidak sesuai, tidak relevan atau tidak terunggah dengan baik.

Gambar Tampilan Halaman Unggah Jawaban


5. Mengirimkan jawaban (boleh di ketik atau tulis tangan dengan rapih) ke laman https://remediasi.ut.ac.id/ sebelum batas waktu yang sudah ditentukan.



                                                              


Selamat Mengerjakan, Semoga Bermanfaat, dan Jangan Lupa Bahagia ☺☺☺

Tuesday, 2 February 2021

Mengenal Bimbingan Tesis Residensial (BTR) dan Ujian Sidang (USID) TAPM Pascasarjana UT

Pada kali ini, saya akan mengulas tentang BTR dan USID TAPM atau Ujian Sidang Tugas Akhir Program Magister, apa sih makhluk BTR dan USID itu ??? Karena pelaksanaan BTR itu hanya ada satu-satunya di Universitas Terbuka, kampus lain ga ada yang punya model begini, yuk kita mulai kenalan dengan BTR.

Bimbingan Tesis Residential selanjutnya akan disingkat menjadi BTR terbagi atas 2 jenis kegiatan, yaitu BTR 1 dan BTR 2. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai kalender akademik atau ditentukan oleh UPBJJ-UT Penyelenggara dengan dimulai ketika SK Pembimbing diterima mahasiswa.

BTR terdiri atas seminar proposal penelitian (BTR 1) dan seminar hasil penelitian mahasiswa (BTR 2), yang dilaksanakan di UPBJJ-UT. Pada setiap kegiatan BTR, mahasiswa menyajikan proposal/hasil penelitian yang dipresentasikan mahasiswa selama 15 – 20 menit untuk mendapat masukan dari Pembahas Ahli (BTR 1) dan Pembimbing TAPM (BTR 1 dan BTR 2).

Secara umum, perbedaan antara BTR 1 dan BTR 2 adalah jika BTR 1 seperti Ujian Proposal dan BTR 2 merupakan Seminar Hasil Penelitian yang diselenggarakan setelah ada rekomendasi dari Pembimbing 1 dan Pembimbing 2. Pada prinsipnya mahasiswa bisa mendapatkan masukan, revisi dan juga tambahan dari Pembimbing 1 dan Pembimbing 2 pada BTR 1 dan BTR 2 sebelum melakukan ujian sidang. Kegiatan BTR 1 biasanya diselenggarakan pada Semester 3, sedangkan BTR 2 dan Ujian TAPM/Tesis diselenggarakan di Semester 4.

Setelah melewati BTR 1 dan BTR 2, tahapan berikutnya mahasiswa melakukan perbaikan proposal atau  laporan penelitian berdasarkan masukan dari Pembahas Ahli (BTR1) serta  Pembimbing 1 dan 2 (BTR 1 dan BTR 2), bimbingan secara komunikatif bisa dilakukan oleh mahasiswa melalui SMS/WhatsApp/email/video conference, dan jika memungkinkan menggunakan telepon atau bertemu langsung.

 Bagaimana Cara Penyelenggaraan BTR dan USID?

Melanjutkan informasi di atas, berikut ini persyatan untuk melakukan BTR dan Ujian Sidang : 
1. Melengkapi berkas persyaratan Ujian Sidang TAPM/Tesis atau TAPD/Disertasi
2.Menyerahkan draf TAPM/Tesis atau TAPD/Disertasi yang sudah dinyatakan layak uji oleh Pembimbing I dan Pembimbing II atau Promotor dan Kopromotor dan dilengkapi dengan surat pernyataan anti plagiasi di atas meterai Rp. 10.000,-.
3. Membayar biaya Ujian Sidang TAPM/Tesis atau TAPD/Disertasi Sebagai informasi Ujian TAPM/Tesis diselenggarakan setelah mahasiswa mendapatkan layak uji dari Pembimbing 1 dan Pembimbing 2 dan melalui BTR 1 dan BTR 2 . Khusus mahasiswa yang lewat dari 4 semester (Lewat Masa Studi) harus membayar biaya lewat masa studi.
4. Syarat untuk mengikuti ujian sidang 
- IPK ≥ 3,00.
- Nilai mata kuliah metodologi penelitian minimal B. Nilai B- atau C hanya boleh maksimal 2 mata kuliah (artinya maksimal hanya boleh 2 nilai B- ; atau 1 nilai B- dan 1 nilai  C ; atau 2 nilai C). Misalkan lebih dari 2 mata kuliah, maka harus diulang.
- Tidak boleh ada mata kuliah yang mendapatkan nilai D.
Teknis Prosedur untuk BTR 1 dan 2 adalah : 

BTR 1

1. Sudah selesai mengikuti semua mata kuliah (semester 1-3)
2. Disetujui oleh kedua pembimbing. Dibuktikan dengan lembar persetujuan proposal yang sudah di            acc/di tanda tangani oleh kedua pembimbing
3. Proposal penelitian  (poin 2 dan 3 dijadikan 1 file, format pdf)

BTR 2

1. Sudah mengikuti BTR 1
2. Disetujui oleh kedua pembimbing. Dibuktikan dengan Lembar Persetujuan Mengikuti BTR 2 yg sudah ditanda tangani oleh kedua pembimbing. Format lembarnya mirip dengan lembar persetujuan proposal (hanya judulnya saja diganti dengan "Lembar Persetujuan Mengikuti BTR 2". Kemudian ditambahkan data pembimbing 2 yg diisikan lengkap dengan nomor HP dan email)
3. File tesis lengkap (sesuai format pada panduan, sudah ada abstrak, kata pengantar, dan daftar isi, serta bab 1 - bab 5)
(poin 2 dan 3 dijadikan 1 file, format pdf)

Untuk Sidang : 

Harus sudah memenuhi syarat yang ada pada katalog PPs https://www.ut.ac.id/sites/all/files/images/PPs.pdf halaman 19 dan 20, serta halaman 58 dan 59. 
Kemudian berkas yang dikirimkan adalah:

1. File tesis lengkap (TAPM, format sesuaikan dengan buku panduan TAPM)
 sudah termasuk di dalamnya :
- Keterangan tesis (TAPM) layak uji dari pembimbing (wajib ditanda tangan oleh Dospem 1 dan 2, format pada katalog PPs lampiran 11 halaman 181)
-Lembar bebas plagiasi (ttd dengan materai 10.000)
- Data riwayat pribadi
- Lembar persetujuan dan lembar pengesahan pasca ujian sidang tidak perlu dicantumkan dulu pada TAPM (karena ini untuk setelah ujian sidang)
2. Form pendaftaran ujian sidang (format ada pada katalog PPs lampiran 12 halaman 182, utk hari dan tgl ujian sidangnya dikosongkan saja)
3. LKAM (Pastikan nilai dan IPK sudah memenuhi syarat utk ujian sidang.Dapat di download di akun sia.ut.ac.id masing-masing, pada menu data pribadi - peragaan/laporan - LKAM umum) 
4. Draft artikel (nantinya artikel ini wajib submit di jurnal bereputasi (boleh SINTA 1-5 atau scopus) dan targetnya publish, boleh di submit sebelum ujian atau setelah ujian sidang). Namun sebaiknya sebelum Ujian Sidang karena salah satu syarat Yudisium HARUS sudah memiliki minimal LoA. Kemudian terkait submit artikel ke jurnal ini mahasiswa berkonsultasi kepada kedua pembimbing (untuk menghindari jurnal predator).
5. Plagiasi/similarity index maksimal 20%, untuk cek plagiasi dapat dengan mengirimkan file tesisnya ke email prodi, yaitu:
prodimm@ecampus.ut.ac.id dengan subject Cek Plagiasi_Nama_NIM)
6. Telah membayar biaya ujian sidang. Billing ujian sidang dimintakan ke Mbak Dinda dengan mengirimkan lembar layak uji yg sudah di tanda tangan oleh kedua pembimbing. Bukti pembayaran ujian sidang juga dilampirkan pada saat mengirimkan persyaratan.
Semua berkas persyaratannya dikirimkan ke email pasca_utjakarta@ecampus.ut.ac.id (khusus untuk berkas persyaratan BTR 1 dan USID di cc juga ke email prodimm@ecampus.ut.ac.id), dengan subject : Pengajuan BTR1/BTR2/USID (pilih salah satu) - Nama - NIM
Kemudian pada bagian body text, tuliskan Prodi, judul tesis, beserta nama dan alamat email kedua pembimbing.
Untuk BTR dan ujian sidang ini persiapkan juga PPT untuk presentasi maksimal 15 menit.

Jika sudah mengirimkan berkas persyaratan, mohon untuk dikonfirmasi:

Terima Kasih, semoga bisa membantu dan menyelesaikan studi Magister atau Doktornya. 

Sukses terussssssss.....


 

Saturday, 23 January 2021

Pengajuan Alih Kredit Skema Baru setelah 2022

Meneruskan postingan saya sebelumnya mengenai pengajuan alih kredit disini, kali ini saya akan menjelaskan pengajuan alih kredit untuk mahasiswa baru, postingan kali ini hanya ditujukan untuk mahasiswa yang akan mengajukan alih kredit untuk masa registrasi 2021.1 dan seterusnya.

Berdarkan surat Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan nomor 38023/UN31.WR.3/KM.00.03/2020 pada tanggal 6 Oktober 2020, bagi mahasiswa baru dengan Registrasi Pertama 2021.1 dan seterusnya, pengajuan alih kredit dilakukan secara online menggunakan laman http://rpl.ut.ac.id/, namun sebelum itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : 

1. Batas akhir pengajuan alih kredit skema baru saat ini diajukan paling lambat 30 hari kalender akademik setelah batas akhir pembayaran registrasi pertama, artinya jika batas akhir pembayaran registrasi pertama pada 1 Maret 2021, kita harus menyelesaikan pengajuan alih kreditnya sebelum 1 April 2021.

2. Pengajuan alih kredit bisa diajukan melalui laman laman http://rpl.ut.ac.id/ dengan melengkapi berkas serta persyaratan pengajuan alih kredit, berkas dan persyaratan bisa di lihat disini (dokumen dalam bentuk pdf dan tidak lebih dari 2Mb. Penggunaan http://rpl.ut.ac.id/  bisa diakses oleh mahasiswa dengan menggunakan User NIM dan Password Tanggal lahir, contoh NIM : 01234567 Pass : 17/08/1945 (Gunakan Garis Miring) . 

Tampilan laman http://rpl.ut.ac.id/

3. Setelah melengkapi dan menggugah dokumen pada laman tersebut, jangan lupa di entri mata kuliah yang akan di alih kreditkan, jika semua sudah rampung, silahkan submit dan menunggu dengan rentang waktu 1-4 bulan untuk proses pengajuan alih kreditnya hingga turun SK Alih Kredit dari Dekan Fakultas masing-masing dan dikirimkan ke mahasiswa, sehingga kita bisa memastikan mata kuliah apa yang akan kita ambil untuk menyelesaikan sks tempuh hingga bisa sarjana. Mahasiswa bisa mengecek pada Monitoring Proses AK untuk cek detail dokumen di  Detail Proses Alih Kredit. Alurnya adalah 

(1) Entri/Upload berkas ajuan, (2) Verifikasi Berkas, (3) Kirim ke Program Studi, (4) Hasil Penilaian Mata Kuliah, (5) Cetak SK Alih Kredit, (6) Entri MK SRS, (7) Cek Hasil Entri MK SRS dan (8) Kirim ke Mahasiswa.

4. Bagi mahasiswa sebelum masa registrasi 2020.2, pengajuan berkas alih kredit dikumpulkan dan diajukan ke Bagian Administrasi Akademik dan Kelulusan BAKP secara fisik atau bisa melalui email kelulusan@ecampus.ut.ac.id, namun yang perlu menjadi catatan dengan sistem baru, ada kemungkinan pengajuan alih kredit sebelum masa registrasi 2020.2 pengajuannya bisa ditangguhkan.  

5. Pada tahun 2022, mahasiswa baru yang mengajukan alih kredit jauh lebih simpel dan sistematis, tinggal upload semua berkas-berkasnya dan jangan lupa mengisi isian alih kredit pada aplikasi sistem sia.ut.ac.id, setelah itu menunggu beberapa waktu agar disetujui alih kreditnya dan setelah itu bisa lanjut registrasi mata kuliah. 

Persyaratan Dokumen untuk alih kredit bisa dilengkapi yaitu : 

1.Formulir Permohonan Alih Kredit
2.Formulir Permohonan Alih Kredit Dari UT ke UT
3.Formulir Permohonan Alih Kredit Alumni UT
4.Formulir Daftar Mata Kuliah Yang Diajukan Alih Kredit Dari UT ke UT
5.Formulir Daftar Mata Kuliah yang diusulkan
6.Formulir Deskripsi Mata Kuliah
7.Contoh Sertifikat Akreditasi Perguruan Tinggi
8.Daftar Matakuliah dan Form Evaluasi Diri FKIP
9.Daftar Matakuliah dan Form Evaluasi Diri FHISIP
10.Daftar Matakuliah dan Form Evaluasi Diri FE
11.Daftar Matakuliah dan Form Evaluasi Diri FST
12.Panduan untuk Pengusul/Calon Mahasiswa RPL
13.Formulir Daftar Riwayat Hidup
14.Formulir Aplikasi RPL

lebih lengkap formulir bisa diakses disini :  https://www.ut.ac.id/formulir

Semoga membantu, dan selamat mencoba bagi teman-teman mahasiswa baru di UT 🙏.


Tuesday, 6 October 2020

10 Tips dan Trik Bersepada Baik dan Benar

KETIKA BERGOWES-RIA, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, selain teknik dan teknis yang perlu kita ketahui, ada beberapa hal penting yang harus kita pelajari dan bisa kita lakukan ketika kita akan mengendarai sepeda kita terkait posisi, pedal dan penggunaannya secara efektif dan efisien.

1. Posisi Kepala

Posisikan kepala sebaiknya mengikuti alur tulang belakang yang terbentuk agar tidak terlalu tinggi maupun rendah. Pastikan pandangan menuju ke depan mengikuti arah lintasan, dan usahakan agar tulang leher dalam keadaan rileks serta tidak tegang, sesekali bisa melihat kanan dan kiri maupun menunduk hanya untuk relaksasi.

2. Posisi Tangan

Agar beban pada bahu dan punggung berkurang, sebaiknya tumpuan lengan diletakkan pada handel rem. Posisi tangan lurus dan tetap rileks tidak terlalu tegang, tangan selalu siap dan waspada pada hal-hal yang cepat dan tidak terduga.

3. Posisi Punggung

Jika bersantai, posisi punggung bisa agak berdiri namun tidak tegak, sama halnya seperti pembalap sepeda untuk memaksimalkan kecepatan, pembalap sepeda menggunakan posisi punggung bungkuk agar kecepatan maksimal dan tidak menghambat angin, untuk tanjakan bisa membungkuk dan ketika turunan posisi punggung bisa agak tegak.  

4. Posisi Bahu

Bahu juga sama seperti kepala di mana perlu untuk selalu mengikuti alur yang tangan serta punggung bentuk. Namun biasanya untuk posisi bahu yang benar, punggung akan terkena dampaknya dengan lebih tertekan. Artinya bahu tidak terlalu keras, bisa agak turun sehingga lebih rileks.

5. Posisi kaki

Perhatikan posisi kaki dengan pedal sepeda, kalo satu pedal satu pedal di bawah, maka mata kaki lebih baik ditekuk. Gunakan pangkal jari-jari kaki atau bagian depan telapak kaki saat mengayuh sepeda, karena dapat menambah kecepatan.

6. Posisi Pedal

Untuk mengayuh sepeda posisi teapak kaki lurus dan titik tekanan pada ujung kaki, pastikan kecepatan mempengaruhi dan tidak perlu memundurkan pedal ke belakang karena bisa berakibat rantai terlepas. Pedal harus seiring dan sejalan dengan kaki dalam mengayuh sepeda, posisi telapak kaki pada pedal lurus seperti jam menunjuk pukul 6. Jika mengayuh pedal dengan tumit, ataupun bagian tengah kaki, selain tidak bertenaga, juga bisa membuat cidera kaki.

7. Posisi Seatpost (Dudukan Sepeda)

Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika diatas pedal dan telapak kaki (180 derajat.) Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga kita ketika menganyuh diatas pedal tidak terbuang percuma, selain itu dudukan sebaiknya lebih tinggi dari tangan.

8. Shifting.

Perpindahan gigi atau gir baik depan dan belakang harus diperhatikan agar tidak berpotensi membuat rantai putus, atau mata gir patah. Setelah melakukan perpindahan sebaiknya kaki tetap mengayuh padel. Memadukan gir agar lebih memudahkan kita dalam bersepeda, penggunaan gir bisa disesuaikan dengan keadaan jalan maupun tanjangan dan turunan.

9. Breaking.

Mengerem juga memerlukan teknik dasar, dari posisi jari dan jari telunjuk dan tengah untuk tuas rem, jika tidak telalu cepat penggunaan rem bisa satu jari saja, padukan rem depan dan belakang agar tidak terlalu mendadak, khususnya pada turunan dan pada kejadian yang sangat cepat.

10. Makan dan Minum

Jika berkelompok dan akan melakukan perjalanan jauh, hindari makan berat satu jam sebelum kegiatan bersepda, sama halnya untuk minum, selma perjalanan agar bisa melatih mengambil minum dengan satu tangan jika tidak berhenti dan umumnya menggunakan tangan kiri agar tangan kenan penuh kendali sepeda, tidak perlu minum terlalu banyak dan dengan air dingin, silahkan membawa makanan ringan untuk diperjalanan seperti permen, coklat dan lainnya. 

Referensi  

- https://lokadata.id/artikel/jangan-abaikan-tehnik-dasar-bersepeda

- https://tatakata.wordpress.com/2018/01/18/teknik-pemindahan-gear-sepeda/



Thursday, 1 October 2020

Pahami Aturan Bersepeda yang Baik dan Benar

SELAMA PANDEMI, salah satu aktivitas yang diminati masyarakat adalah berolahraga, nah olahraga yang sangat populer diantaranya bersepeda. Sejak jaman kuliah, saya selalu aktif ikut car free day dan juga menggunakan sepeda ke kantor bike to work setiap jumat karena jaraknya yang cukup dekat, lebih murah, sehat dan praktis.

Sumber : www.portalsepeda.com

Hanya saja, saat ini banyak sekali pesepeda yang tidak memperhatikan keselamatan di jalan, hal ini bisa membahayakan dirinya dan juga pengguna jalan yang lain. Nah mari kita simak aturan bersepeda yang baik dan benar.

1. Perlengkapan Keselamatan. 

Sumber : www.phinemo.com

        Hal yang terpenting dan sangat perlu adalah memperhatikan keselamatan diri, diantaranya Helm sebagai salah satu safety riding yang paling utama, pakaian yang nyaman untuk berolahraga maupun celana khusus bersepeda, bisa juga menggunakan kacamata maupun sarung tangan agar lebih nyaman dalam mengendarai sepeda, botol minum dan sepatu olahraga. 

2. Patuhi Aturan Lalu Lintas

        Sering sekali ditemukan pesepeda yang melanggar aturan lalu lintas, meskipun tidak ada sanksi khusus dari polisi, mematuhi aturan sangat penting untuk keselamatan kita. Aturan lalu lintas yang sering dilanggar oleh pesepeda mulai dari menerobos lampu merah, bersepeda melawan arus, masuk ke dalam tol hingga bersepeda di atas trotoar maupun jembatan penyebrangan. Pengalaman saya, jika jalan raya sangat penuh dan macet, saya biasa menggunakan trotoar namun dengan menuntun sepedanya, agar tidak mengganggu pejalan kaki yang lain.

3. Berbagi Jalan

          Ketika berkendara sepeda, ada banyak pengguna di jalan raya, pada beberapa kota yang sudah memiliki jalur khusus sepeda, kita perlu saling menghormati antara sesama pengguna jalan. Pastikan mengendarai sepeda di sebelah kiri jalan, jika bersama dengan rombongan tidak bergerombol namun beriringan. Selain itu perlu juga petunjuk jika kita ingin melalukan perubahan arah seperti belok kiri, kanan maupun berhenti.  

                                   

Sumber : www.suara.com

                 Gerakan yang perlu dilakukan sama seperti fungsi sen lampu pada kendaraan bermotor, jika kita ingin belok kiri maupun kanan tinggal melambaikan tangan ke arah belokannya serta mengangkat tangan jika berhenti.


3. Menggunakan Alat Komunikasi

                Sama halnya berkendara, alat komunikasi lebih baik tidak digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan fokus pada perjalanan. Banyak sekali pesepeda yang menggunakan alat komunikasi untuk merekam momen di jalan yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Saya pun demikian, terkadang menggunakan beberapa aplikasi sepeda untuk mengukur jarak tempuh dan waktu, namun tidak digunakan ketika perjalanan.

Sumber : www.oto.detik.com

                Nah mungkin ini adalah informasi yang bisa dibagi untuk dapat dilakukan, selamat ber-gowes-ria dan jangan lupa, nikmati perjalanan dan berhati-hati selama kegiatan. 😃


Wednesday, 5 August 2020

Etika Menghubungi Dosen Melalui Surat Elektronik atau Email

Seperti postingan sebelumnya mengenai etika menghubungi melalui chat, postingan ini lebih fokus pada menghubungi dosen atau atasan kita melalui surat elektronik atau email. Saya sering sekali mendapatkan email dari mahasiswa maupun rekan sejawat yang terkadang kurang bisa saya pahami maupun ada kesalahan baik pada pengiriman di sisi isi pesan maupun lampiran yang tidak terlampirkan.

Sebagai salah satu sarana komunikasi yang sangat populer saat ini, email merupakan sebuah salah satu alat yang cepat, mudah dan murah. Secara umum skema dan sistematika penulisannya masih sama dalam chat, hanya saja dalam email bentuknya bisa jauh lebih luas dan fleksibel.

1. Beri Subjek yang singkat dan jelas
Pastikan judul email berisi maksud dan tujuan email tersebut. Misalnya: “Draft proposal proyek A” atau “Lamaran untuk posisi sales”. Judul yang jelas membuat penerima email bisa dengan cepat merespon email Anda.

2. Pakai alamat email yang profesional
Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan, pakailah email resmi kantor. Jika email dikirim dengan email pribadi, pastikan email anda terkesan resmi. Jangan pakai email sisa-sisa masa alay, seperti anicute@ atau kucingarong@. Perhatikan juga nama yang akan muncul di kolom pengirim email.

3. Pembuka
Anggap email seperti percakapan langsung dengan seseorang. Saat bertemu, Anda pasti mengucapkan salam, misalnya, dengan menuliskan “Hai Andi,”. Akhiri email dengan salam penutup, misalnya “Dengan hormat,” atau “Salam,” dan diakhiri dengan nama. Anda boleh menggunakan nama panggilan jika sudah sering berbalas email dengan orang yang dituju. Namun jika Anda baru kenal, pakai nama lengkap.

4. Huruf besar dan tanda baca
Kalimat dengan huruf kapital sama dengan berteriak di dunia nyata. Jangan pernah menulis email dengan huruf kapital seluruhnya. Selain itu, kangan royal menggunakan tanda seru, atau Anda akan mendapat kesan emosional. Cukup sekali tanda seru di akhir kalimat, jika benar-benar perlu.

5. Identitas Pengirim
Pastikan menuliskan indentitas kita sebagai pengirim, karena bisa jadi email yang masuk dengan nama dan instansi yang sama tertumpuk di inboxnya, identitas bisa memudahkan kita dikenali oleh si penerima email.

6. File Kirim
Jika kita melampirkan file yang akan dikirimkan, pastikan file tersebut berfungsi dengan baik, pada format yang umum dan ukuran yang tidak terlalu besar, dan pastikan lagi bahwa file tersebut sudah masuk pada email yang akan kita kirimkan, banyak saya temukan bahkan saya sendiri juga pernah beberapa kali mengirimkan email tanpa lampiran yang dimaksud.

7. Penutup
Gunakan kalimat penutup sebagai akhir tanda komunikasi kita, seperti "Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih."

8. Cek dan Ricek Kembali
Baca kembali email sebelum dikirim untuk menghindari salah eja, salah konteks, maupun salah tujuan. Apalagi untuk email yang bersifat penting dan rahasia.

Berikut contoh pengiriman email yang baik dan benar :

Yth Ibu/Bapak Peneliti

Sehubungan dengan berlangsungnya kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Ibu/Bapak di lingkungan Universitas Terbuka, dimana dalam proses pengumpulan data memerlukan surat tugas, untuk itu dimohon menginput di aplikasi surat tugas yang ada di SIMPEN. (lihat Tutorial pembuatan Surat Tugas di  http://simpen.lppm.ut.ac.id/sp-dinas/spd/index.php/front/disp/tutorial)

Setelah surat tugas di input di aplikasi, file tersebut segera di download dan dikirimkan langsung untuk dimintakan tanda tangan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.


Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.


Salam,
Sekretariat LPPM,